Monday, July 4, 2011

Lepas


Sebenarnya ini bukan tentang kepergianmu, bukan itu.

Karena, aku tau bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang mutlak kita miliki. Kita hanya peminjam yang berpikir kalau kita ini pemilik.

Aku tau bahwa di balik setiap pertemuan pasti ada perpisahan.Dan kali ini mungkin waktunya kita untuk berpisah.

Kau ingat waktu itu? Waktu kita pulang dari rumah salah seorang sahabat.

Aku terdiam di belakangmu. Menerobos malam penuh cahaya. Lampu rumah, lampu mobil. Kau tau aku sangat suka.

“Lihat lampunya bagus…” Di jembatan, kau menunjuk sekumpulan cahaya lampu rumah. Kita berdua sama-sama melihat tanpa sepatah kata pun.

Lalu kau berkata “nanti, kita lihat lampu lagi. Yang banyak, yang bagus.”

Aku mengangguk tanpa bersuara. Harusnya kau sadar, mataku susah payah bertahan untuk tidak mengurai air mata. Mengingat pesanmu yang lain.

“Kamu bikin saya berubah jadi lebih baik..” Padahal tanpa kau sadari, kaulah yang membawa perubahan besar dalam diriku.

Ah rasanya hatiku seperti tak di tempatnya,

dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Sebelum kita berpisah malam itu, kau memintaku berjanji.

“Janji, jangan nangis lagi. Saya ga mau kamu nangis di depan orang karena saya tau kamu bukan orang yang lemah. Kalau kamu nangis, itu bikin saya berat ninggalin”.

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Setetes air mataku jatuh, lalu dua tetes, sekarang pipiku seperti sungai. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan.

Tidak akan ada lagi yang membuka helm ku.

Tidak akan ada lagi yang bilang gigi depanku mirip gigi kelinci.

Tidak akan ada lagi yang garuk kalau kepalaku gatal.

Tidak akan ada lagi yang ngomel kalau kaos kakiku pendek atau bajuku ketat.

Malam itu kita bentuk jalur terpisah. Kau kesana, aku kesini.

Saling melepas.

Selamat jalan.

Sampai jumpa lagi.

2 comments:

  1. sedih bacanya...ngena banget... :')

    ReplyDelete
  2. hai ajeeeng :)
    makasih komennya
    based on a true story. iya sediiiihhh akunya :'(

    ReplyDelete